Chat with us, powered by LiveChat
Selamat datang di KINGKONGBET.COM, Kingkongbet kini menyediakan permainan poker IDN dan Pokerking88, segera bermain bersama kami, Situs Judi Online Terpercaya

Terlihat Bijaksana dan Adil Saat di Lapangan, Inilah Fakta Sebenarnya Wasit Piala Dunia

Wasit merupakan seorang pengatur jalannya pertandingan dalam Piala Dunia sekaligus penentu bagi mana saja tim menang dan kalah. Peran wasit begitu penting karena mereka mempunyai wewenang kuat sebagai pengadil selama permainan berlangsung. Tugasnya banyak sekali mulai dari memulai, mengakhiri, memberikan poin ataupun pelanggaran serta memutuskan tiap pemain yang keluar maupun masuk. Bahkan wasit juga diberikan hak spesial yaitu menentukan pihak mana saja melakukan kesalahan serta mengadili mereka seadil-adilnya sesuai dengan bukti. Tidaklah heran terkadang ada beberapa tim dalam Piala Dunia yang nekat melakukan tindakan curang serta kotor yaitu memberikan uang suap kepada wasit tersebut supaya memberikan keuntungan bagi timnya. Meskipun diminta harus melaksanakan tugas secara bijak namun terkadang popularitas, tahta dan harta seakan menjadi satu hal paling membutakan. Sepanjang sejaran Piala Dunia, tidaklah sedikit wasit hebat malah terjerat kasus suap dan tindakan memalukan lainnya sehingga terpaksa harus diberhentikan secara tak hormat. Bahkan ada pula yang dipenjara karena terjerat narkoba.

Jika wasit Piala Dunia tidak mampu bekerja secara profesional maka akan merugikan para pesertanya. Timnas dari negara tertentu akan mengalami kerugian sampai kekalahan fatal akibat lalainya pekerjaan wasit, seperti memberikan skor pelanggaran secara ngawur, berlaku curang dan tidak adil, terlalu memihak pada satu tim, atau semacamnya. Adapun salah satu contoh wasit paling mematikan sepanjang sejarah perhelatan turnamen Piala Dunia adalah Byron Moreno. Pria asal negara Ekuador ini didapuk oleh FIFA karena dianggap kompeten dan dapat melaksanakan tugas sebaik mungkin. Akan tetapi harapan tersebtu luluh lantak setelah dirinya menghebohkan dunia sepak bola karena beberapa aksi kontrovesial, diantaranya seperti berikut:

  1. Moreno tengah memimpin pertandingan Piala Dunia tahun 2002 dimana timnas Italia berhadapan dengan negara asal sang wasit, Ekuador. Entah disebabkan karena merupakan tanah kelahirannya atau alasan tertentu, Morena melakukan tindakan mengejutkan. Tepatnya saat Italia berhasil unggul dengan skor goal 2-0 terhadap lawannya, wasit tersebut kemudian menyimpan dendam dan membalasnya pada pertandingan berikutnya. Ia membuat tim Italia kalah terhadap Kroasia karena Morena menganulir goal yang ditorehkan oleh salah satu pemainnya. Skor yang harusnya imbang tidak berhasil diperoleh dan Italia mau tak mau harus menelan pahitnya pil kekalahan dengan perolehan 2-1. Setelah itu ketika melawan Meksiko juga terjadi hal sama akan tetapi niat jahat Moreno tidak sepenuhnya berhasil karena Allesandro Del Piero mencetak goal kemenangan sehingga Italia melaju ke babak berikutnya.
  2. Aksi Moreno semakin semena-mena, terlebih lagi ketika Korea Selatan berhadapan dengan Italia. Jika dilihat ulang pertandingan sebelumnya maka akan terlihat jika wasit terlalu membela dan berpihak pada tim nasional dari negeri Gingseng. Kemungkinan besar masih ada dendam kekalahan Ekuador atas Italia yang disimpan dalam sehingga membuatnya harus membuat negara tersebut benar-benar tak mampu melanjutkan Piala Dunia. Terjadi banyak pelanggaran dari Korea Selatan tetapi dibiarkan saja oleh Moreno tanpa diberikan pelanggaran keras. Sedangkan dua pemain Italia malah dituduh melakukan aksi diving atau berpura-pura diserang di tengah lapangan sehingga diberikan kartu pelanggaran. Di Akhir pertandingan, Italia harus menerima kekalahan karena penilaian tidak adil dengan perolehan 2-1.
  3. Tak hanya di laga Piala Dunia saja melainkan wasit Moreno melakukan kecurangan di tanah sendiri, tepatnya dalam liga domestik Ekuador. Ia memberikan sebuah intruksi injury time selama 13 menit kepada para pemain negara tersebut. Aksinya sangat membuat berbagai pihak menjadi geram bahkan tidak dapat ditolerir lagi sehingga federasi sepak bola setempat memberikan hukuman pada Moreno berupa larangan menjadi wasit di 20 pertandingan.
  4. Yang paling kontroversial dan menjadi sejarah gelap dalam Piala Dunia adalah terlibatnya Moreno dengan kasus transaksi Narkotika. Kehidupannya semakin terpuruk setelah kejadian kecurangan dalam pertandingan Piala Dunia kemudian membuatnya harus berususan dengan hal kriminal. Setelah itu ia harus mendekam di balik jeruji besi selama beberapa tahun dimana polisi berhasil menangkap Moreno ketika berada di Bandara John F. Kennedy, New York. Kabarnya saat itu dirinya sedang mendistribusikan narkoba jenis heroin dan sudah ada bukti berupa 6 kg heroin yang dibawa.

Bagaimana dengan Wasit Piala Dunia 2018?

Pada saat Piala Dunia periode sebelumnya, memang terjadi berbagai macam kejadian mengejutkan sampai tragis. Mulai dari pelanggaran, adu jotos antar pemain, kisruh para supporter, kecurangan wasit, kasus suap, korupsi dan lain sebagainya. Terutama selama pertandingan berlangsung dimana ditemukan ada puluhan kasus brutal yang dilakukan oleh para pemain melibatkan wasit. Karena tak mau ambil resiko lagi maka FIFA memberikan sanksi keras kepada para pelaku tindak kecurangan dalam Piala Dunia 2018 Rusia. Sementara itu untuk mendukung upaya tersebut, pihak mereka memberlakukan aturan baru serta memasang pelacak lebih banyak. Teknologi yang digunakan juga sangat canggih daripada sebelumnya, salah satunya bisa merekam seluruh laga pertandingan dengan perlambatan slow motion paling maksimal. Kemudian ada empan jenis kamera pengintai yang dipasang di setiap sudut lapangan supaya dapat merekam penuh detail pergerakan dari para pemainnya. Setiap gerak gerik dari pemain ataupun wasitnya dapat ditonton ulang melalui rekaman video tersebut. Jika dirasa ada yang melakukan tindakan semena-mena, kriminal dan brutal maka akan diberikan hukuman berat. Untuk nama-nama wasit yang memimpin dalam Piala Dunia 2018 diantaranya sebagai berikut:

Asia:
Nawaf Shukralla (Bahrain)
Alireza Faghani (Iran)
Fahad Al-Mirdasi (Arab Saudi)
Ravshan Irmatov (Uzbekistan)
Ryuji Sato (Jepang)
Mohammed Abdulla Hassan Mohamed (UEA)

Eropa:
Clément Turpin (Prancis)
Antonio Mateu Lahoz (Spanyol)
Sergei Karasev (Rusia)
Felix Brych (Jerman)
Björn Kuipers (Belanda)
Gianluca Rocchi (Italia)
Szymon Marciniak (Polandia)
Damir Skomina (Slovenia)
Cüneyt Çakır (Turki)
Milorad Mažić (Serbia)
Amerika Serikat, Amerika Utara dan Karibia
Mark Geiger (AS)
Ricardo Montero (Kosa Rika)
Joel Aguilar (El Salvador)
Jair Marrufo (AS)
César Arturo Ramos (Meksiko)
John Pitti (Panama)

Amerika Selatan:
Enrique Cáceres (Paraguay)
Wilmar Roldán (Kolombia)
Néstor Pitana (Argentina)
Julio Bascuñán (Cile)
Sandro Ricci (Brasil)
Andrés Cunha (Uruguay)

Afrika:
Bamlak Tessema Weyesa (Ethiopia)
Janny Sikazwe (Zambia)
Malang Diedhiou (Senegal)
Bakary Gassama (Gambia)
Mehdi Abid Charef (Aljazair)
Gehad Grisha (Mesir)

Oceania:
Norbert Hauata (Tahiti)
Matthew Conger (Selandia Baru)

Itulah informasi sekaligus penjelasan mengenai wasit di Piala Dunia, salah satu contohnya ada nama Byron Moreno. Ia sudah lama menjadi wasit profesional tetapi melakukan berbagai macam kontroversi sekaligus kecurangan. Dalam ajang Piala Dunia 2018 bisa dikatakan bersih dimana wasit berlaku adil dan tidak menerima uang suap sama sekali. Lagipula FIFA sudah menerapkan banyak kebijakan baru agar ditaati oleh semua peserta termasuk para pemimpin jalannya pertandingan sekalipun. Dengan begitu, selama sebulan penuh Piala Dunia Rusia akan berjalan lancar dan meriah sesuai keinginan.