Chat with us, powered by LiveChat
Selamat datang di KINGKONGBET.COM, Kingkongbet kini menyediakan permainan poker IDN dan Pokerking88, segera bermain bersama kami, Situs Judi Online Terpercaya

Sering Dinilai Kuat, Ternyata Jerman Merupakan Tim Paling Kotor di Piala Dunia

Sering Dinilai Kuat, Ternyata Jerman Merupakan Tim Paling Kotor di Piala Dunia

Siapa bilang jika turnamen Piala Dunia hanya menonjolkan sisi terbaiknya saja? Bahkan semenjak pertama kali digelar pada tahun 1930 silam, pertandingan sepak bola skala dunia tersebut sudah dikotori dengan berbagai macam kejadian. Mulai dari perkelahian antar tim nasonal, skandal suap, kasus korupsi, pembunuhan pemain di tahun 1994, dan lain sebagainya. Sudah bukan hal awam dan mengejutkan lagi jika selama permainan berlangsung di tengah lapangan, ada beberapa pemain melakukan tindakan curang supaya bisa menang dan mencuri goal ke gawang lawannya. Adapun salah satu tim yang dianggap kotor yaitu Jerman dimana predikat tersebut sudah disandang sejak puluhan tahun lalu.

Alasan Jerman Dikatakan Sebagai Tim Curang

Tidak bisa dipungkiri jika Jerman adalah salah satu tim nasional andalan masyarakat dunia. Anggotanya nyaris dipenuhi oleh para pemain sepak bola terbaik dan potensial sehingga memperkuat setiap posisi. Jika kita lihat latar belakang prestasi negara tersebut, Jerman sudah empat kali mendapatkan gelar juara Piala Dunia. Akan tetapi setelah ditinjau ulang, ternyata ada banyak sekali kejadian ganjil di baliknya dimana tim mereka melakukan kecurangan selama pertandingan berlangsung. Bahkan kenyataan tersebut sudah dibenarkan oleh beberapa pihak. Salah satunya seperti yang dikabarkan oleh media Mirror, mengatakan apabila ada 122 total kartu kuning yang didapatkan oleh Jerman selama 88 tahun periode Piala Dunia. tentu saja perolehan tersebut sangat besar bila dibandingkan negara peserta lain sehingga membuat negara tersebut menyandang predikat sebagai tim paling kotor di arena sepak bola dunia.

Penyebutan tim kotor bukan dilakukan secara sembarangan melainkan melalui analisis panjang. Lebih tepatnya lagi menggunakan sistem perhitungan skor berdasarkan jumlah kartu kuning maupun merah yang telah diterima setiap timnas dari suatu negara tertentu. Untuk satu kartu kuning mempunyai bobot 5 point kemudian jika ada dua maka nilainya 7 poin, sedangkan satu kartu merah terkena 10 poin sekaligus. Sementara itu Jerman mendapatkan total poin paling banyak dikarenakan adanya penggabungan antara Jerman Barat dan Timur. Saat wilayah Jerman Barat menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 1974, Jerman Timur ternyata ikut tampil. Jadi ada dua tim nasional dari Jerman yang mengikuti pertandingan dalam satu lapangan hijau. Tidaklah heran jika keduanya sama-sama mendapatkan pelanggaran maka jumlah perolehan poin semakin bertambah besar.

Contoh Pelanggaran Sadis dari Timnas Jerman

Begitu banyak pemain dari Jerman melakukan pelanggaran baik kartu kuning atau bahkan merah. Namun ada satu sejarah pemain mengerikan timnas negeri Hitler tersebut yaitu Toni Schumacher. Pada saat Piala Dunia tahun 1982 dilangsungkan, Schumacher melakukan suatu hal tak terduga terkait insiden kecelakaan lapangan bersama Battiston, pemain asal Prancis. Pada saat itu dirinya tengah berlari kencang menggiring bola untuk menyamakan kedudukan dengan Jerman tetapi dihantam dengan keras oleh Schumacher secara tiba-tiba. Sebelum terjatuh, Battiston sempat sadar jika akan diciderai dengan sengaja dan kemudian memperlambat gerakan dan berusaha menghindar. Akan tetapi Schumacher semakin kencang dan menabrakkan diri ke pemain malang tersebut sampai terkapar dan mengalami cidera parah. Tiga buah gigi pemain Prancis patah, tulang belakang rusak, dan beberapa rusuk remuk karena mengalami insiden maut tersebut. Meskipun hanya bertabrakan dengan pemain lain tetapi akibat yang didapatkan sangatlah parah seperti baru saja tertabrak mobil di jalan raya. Malangnya lagi, ia koma di rumah sakit dalam waktu panjang.

Kejadian tersebut langsung membuat semua mata penonton dan berbagai pihak terbelalak sekaan tak percaya. Sumpah serapah keluar begitu saja dari mulut semua orang, baik ditujukan pada Schumacher bahkan wasit lapangan sekalipun. Kabarnya sang wasit terlalu teledor dan terlambat meniupkan peluit sehingga monster Jerman itu tak berhenti melaju ke arah Battiston. Kemudian ia memberikan tanggapan jika hanya fokus pada bola yang ditendang ke luar lapangan, ditambah lagi asisten wasit mengatakan jika kejadian tersebut tidak sengaja. Sementara itu Schumache seakan tak mau disalahkan dan tetap berdirisambil berkacak pinggang menanti pertandingan segera dilanjutkan. Namun dirinya harus rela digantikan oleh pemain Jerman lain yaitu Christian Lopez karena takut insiden sama akan terjadi. Terlebih lagi pihak Prancis memprotes keras dan meminta pertanggungjawaban dari Jerman.

Tim Kotor Piala Dunia yang Lain

Ternyata Jerman tidak menjadi satu-satunya tim kotor selama Piala Dunia berlangsung. Masih ada beberapa negara lain, seperti Argentinya yang menempati urutan kedua setelahnya. Argentina mendapatkan julukan sebagai “binatang” oleh pelatih negara Inggris, Alf Ramsey karena bermain begitu curang dan buruk. Sementara perolehan poin pelanggaran tak sebanyak Jerman yaitu terdapat 630 poin saja.

Setelah itu ada Brazil mendapatkan panggilan sebagai tim terkotor nomor tiga di dunia dengan 100 poin. Meskipun begitu dijagokan dan dianggap sebagai timnas terkuat ternyata Brazil tidak sesempurna itu. Ada banyak sekali pelanggaran dilakukan, misalnya saja selama Piala Dunia 2018 dimana Neymar Jr sebagai pemain yang tak memedulikan peraturan. Bahkan baru-baru ini pada tanggal 2 Juli kemarin, ia sempat melakukan drama baru yaitu terkapar sambil berguling di tengah lapangan. Tepatnya ketika salah seorang pemain Meksiko Miguel Layun tak senngaja menginjang pergelangan kaki kanannya. Sebelum kejadian tersebut, Neymar juga sempat melakukan drama yang sama entah memang sungguhan ataukah hanya mencari perhatian. Kemudian setelah Brazil, masih ada beberapa negara dengan permainan kotor lain, berikut ini daftar lengkapnya.

• Italia = total 98 kartu, 7 merah, 90 kuning, 1 kuning ganda
• Belanda = total 97 kartu, 3 merah, 90 kuning, 4 kuning ganda
• Meksiko = total 74 kartu, 4 merah, 68 kuning, 2 kuning ganda
• Uruguay = total 69 kartu, 8 merah, 60 kuning, 1 kuning ganda
• Spanyol = total 65 kartu, 1 merah, 64 kuning, 0 kuning ganda
• Korea Selatan = total 63 kartu, 2 merah, 61 kuning, 0 kuning ganda
• Perancis = total 62 kartu, 5 merah, 56 kuning, 1 kuning ganda
• Inggris = total 54 kartu, 3 merah, 51 kuning, 0 kuning ganda
• Kamerun = total 54 kartu, 7 merah, 46 kuning, 1 kuning ganda

Meskipun mendapatkan sebutan “tim paling kotor” namun tak begitu mudah menghapuskan popularitas Jerman di mata dunia. Ada banyak penggemar dan masyarakat berbagai negara mengunggulkan negara tersebut. Terlebih lagi sudah empat kali tim mereka berhasil memenangkan Piala Dunia dan merebut gelar sebagai Juara Dunia. Tidaklah heran jika setiap peserta turnamen begitu berambisi menghadapi dan mengalahkan mereka. Namun pada pertandingan melawan Korea Selatan kemarin, ternyata Jerman mencetak sejarah baru dimana berhasil kalah telak dengan tim nasional negara Gingseng tersebut. Nampaknya kutukan mengenai juara bertahan tak bisa lanjut ke babak final benar-benar terjadi dan dialami oleh Jerman pada Piaal Dunia 2018.