Chat with us, powered by LiveChat
Selamat datang di KINGKONGBET.COM, Kingkongbet kini menyediakan permainan poker IDN dan Pokerking88, segera bermain bersama kami, Situs Judi Online Terpercaya

Ini Mitos yang Selalu Menghantui Gelaran Piala Dunia

Ini Mitos yang Selalu Menghantui Gelaran Piala Dunia

Bukan rahasia lagi jika gelaran Piala Dunia 2018 akan mulai bergulir. Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia kali ini akan mendapat kesempatan untuk menjalani laga pembuka pada 14 Juli di Stadion Luzhniki, Moskwa.

Berbicara mengenai sepak bola, terutama gelaran Piala Dunia yang menjadi pesta akbar sejagat raya ini, tidak akan lepas dari mitos-mitos yang selalu menjadi bahan perbincangan di setiap laga. Ya, mitos-mitos dalam dunia sepak bola memang bukan suatu hal yang baru. Bahkan tak perlu menjadi indigo untuk bisa meraba apa saja mitos yang menghantui gelaran Piala Dunia ini.

Ini Dia 5 Mitos yang Selalu Menghantui Gelaran Piala Dunia

Rasanya ada yang kurang jika kita tidak membicarakan apa saja mitos yang menghantui gelaran pesta sepak bola yang berlangsung empat tahun sekali ini. Penasaran mitos apa saja yang juga menghantui Piala Dunia 2018 yang akan di gelar di Rusia kali ini? Simak terus informasinya berikut ini.

  1. Juara piala konfederasi selalu gagal di gelaran piala dunia

Piala Konfederasi merupakan turnamen yang digelar sebagai pemanasan sebelum pagelaran Piala Dunia dimulai. Peserta yang mengikuti Piala Konfederasi ini antara lain adalah negara-negara yang menjadi juara pada kompetisi sepak bola antar negara yang digelar di masing-masing benua.

Artinya, Piala Konfederasi ini mempertemukan juara Piala Asia, Piala Eropa, Piala Afrika, Piala Emas Concacaf, Piala Oseania, juara Copa America, juara Piala Dunia sebelumnya dan bahkan tuan rumah Piala Dunia.

Ada satu mitos yang menghantui gelaran Piala Dunia terkait dengan gelaran Piala Konfederasi ini yaitu tim yang menjadi juara dalam piala ini biasanya gagal total dalam Piala Dunia yang dilaksanakan satu tahun kemudian.

Menurut catatan sejarah, Brasil dan Prancis menjadi korban atas mitos tersebut. Keduanya gagal total pada Piala Dunia setelah mereka berhasil meraih trofi Piala Konfederasi. Saat ini Prancis memegang trofi ini di tahun 2001 dan akhirnya menderita di gelaran Piala Dunia 2002.

Brasil tak kalah mengenaskan. Ia berhasil meraih 4 gelaran Piala Konfederasi yaitu pada tahun 1997, 2005, 2009 dan 2013 untuk kemudian dipecundangi di 4 Piala Dunia  pada tahun 1998, 2006, 2010 dan 2014. Yang lebih mengenaskan lagi, tahun 2014 lalu Brasil dibantai oleh Jerman dengan skor yang tidak tanggung-tanggun 1-7.

Pada Piala Dunia 2018 sendiri, tim yang menyandang juara Piala Konfederasi adalah Timnas Jerman. Pada 2017 lalu, Jerman berhasil meraih juara setelah mengalahkan Chile dengan skor tipis 1-0. Lalu, apakah mitos ini akan kembali terbukti di tahun ini?

  1. Inggris tidak akan menjadi juara Piala Dunia lagi

Mitos yang satu ini tentu sangat menyakitkan bagi meraka para pendukung Tim Nasional Inggris. Ya, mitornya Inggris tidak akan pernah menjadi peraih trofi Piala Dunia lagi. Mitos ini mulai muncul setelah pagelaran Piala Dunia 1966.

Kala itu, Inggris yang menjadi juara di Piala Dunia 1996 dituduh telah melakukan kecurangan. Saat itu, Timnas Inggris berhasil menang atas Jerman Barat melalui sebuah gol dari Geoff Hurst yang kemudian diprotes oleh para pemain Jerman Barat. Alasannya karena Tim Jerman Barat merasa hasil tersebut tidak sah karena bola belum melewati garis gawang.

Namun, protes tersebut tidak digubris oleh sang wasit. Konon, hal tersebut menjadi kutukan bagi Inggris untuk tidak pernah lagi menjadi juara Piala Dunia. Hasilnya? Hingga Piala Dunia Brasil 2014 lalu, Inggris tidak pernah berhasil lolos menuju babak final.

  1. Kutukan peringkat tiga Piala Dunia

Mitos lainnya berhubungan dengan peringkat ketiga Piala Dunia. Tak kalah mengerikan dari mitos juara Piala Konfederasi. Sebuah mitos juga menghantui negara-negara yang berhasil meraih peringkat ketiga di gelaran Piala Dunia. Daftar negara yang mengamini mitos ini pun sudah cukup panjang.

Dimulai dari Timnas Italia di tahun 1990 yang gagal di babak adu penalty melawan Timnas Brasil di partai final. Kemudian Turki yang membuat kejutan di Piala Dunia tahun 2002 ketika berhasil finish di posisi ketiga setelah kalah dari Timnas Brasil di babak semifinal justru gagal ke Piala Dunia 2016.

Yang baru-baru ini terjadi tentu Timnas Belanda yang pada Piala Dunia 2014 lalu berhasil finish di posisi ketiga. Tim oranye ini mengalami nasib yang sama dngan Timnas Turki. Mereka juga gagal lolos ke Piala Dunia 2018 setelah di Piala Dunia sebelumnya berada di peringkat ketiga.

  1. Mick Jagger si “Pembawa Sial”

Mitos yang satu ini memang cukup unik. Dikatakan bahwa Tim Nasional yang didukung oleh Mick Jagger pasti kalah dalam Piala Dunia. Semua dimulai pada gelaran pesta sepak bola dunia di tahun 2010 ketika Bill Clinton mengajak Mick Jagger untuk menonton pertandingan Piala Dunia antara Ghana dan Amerika Serikat. Apa yang terjadi saat itu?

Saat itu, Amerika Serikat yang diunggulkan justru harus menelan pil pahit setelah kalah dari Ghana. Masih di gelaran Piala Dunia 2010, vokalis band The Rolling Stones tersebut kemudian mendukung Brasil saat melawan Timnas Belanda. Dan hasilnya, Brasil harus gulung tikar.

Bahkan, pada gelaran kompetisi yang sama saat Jagger mendukung tim kebangsaannya melawan Jerman, Inggris harus menelan kekalahan di kandang sendiri dengan skor yang cukup menyakitkan yaitu 1-4.

Ternyata, kutukan Jagger tidak berhenti sampai disitu. Di Piala Dunia 2014, Jagger mndukung Brasil dan hasilnya negara yang didukungnya tersebut berhasil dibantai oleh Jerman dengan skor telak 1-7.

  1. Kutukan juara bertahan Piala Dunia

Ternyata bukan hanya pemegang posisi ketiga Piala Dunia saja yang mendapatkan kutukan. Juara bertahan juga mendapatkan kutukan untuk gagal tampil cemerlang di Piala Dunia selanjutnya.

Hal tersebut terjadi pada Spanyol di Piala Dunia 2014 ketika dirinya merupakan juara bertahan karena berhasil menenangi kompetisi tersebut di Piala Dunia 2010. Hasilnya? Spanyol tersingkir di laga penyisihan grup setelah dipermalukan oleh Belanda dengan skor 5-1 dan kalah dari Timnas Chile 2-0.

Kutukan tersebut juga ternyata terjadi pada Timnas Prancis yang merupakan juara bertahan di Piala Dunia 2002 setelah meraih trofi Piala Dunia 1998. Pada kompetisi tersebut, Prancis juga gagal lolos fase grup.

Nasib yang sama terjadi pada Italia yang menjadi juara Piala Dunia 2006. Timnas Italia harus gulung tikar lebih awal setelah tak bisa lolos fase grup di gelaran Piala Dunia 2010.

Itulah 5 mitos yang menghantui gelaran pesta sepak bola terbesar seantero jagat ini. Melihat hal tersebut, Timnas Jerman nampaknya mendapatkan kutukan bertubi sebagai Juara Bertahan dan juga sebagai Juara Piala Konfederasi di Piala Dunia 2018 ini. Tetapi, bukan tidak mungkin jika Jerman berhasil mematahkan semua kutukan tersebut. Jadi, apakah mitos-mitos ini akan kembali berjaya atau akan terukir sejarah baru. Kita lihat saja nanti!